Postingan

NON-WESTERN IR THEORY

  TEORI HUBUNGAN INTERNASIONAL NON-WESTERN IR THEORY Oleh : Afriza Ifan Wiyuda [1] , Erlina Aprilia Siantari [2] , Ihsan Athto Barani [3] , Ika Sunistia Pratiwi [4] 1.        Mahasiswa Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Mataram 2.        ABSTRAK Negara-negara di dunia seperti yang kita ketahui saat ini memiliki kedaulatan semenjak ditandatangani perjanjian pace of Westphalian   Treaty atau perjanjian Westphalia di daratan Eropa pada tahun 1648. Perjanjian inilah yang memunculkan konsep kedaulatan negara yang kemudian menjadi salah satu landasan atas dibangunnya disiplin ilmu hubungan internasional di Aberswyth Inggris   pada tahun 1919. Studi hubungan internasional masa itu bersifat sangat normatif, yang kemudian berkembang secara dinamis dan teoritis setelah pecahnya perang dunia II sehingga memunculkan ilmuwan-ilmuwan   pada bidang hubungan internasional yang mencetus...

AGAMA DAN BUDAYA : TRADISI WETU TELU

 by: Ika Sunistia  Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak sekali keragaman budaya dan hayati, mulai dari banyaknya pulau, etnis dan suku yang mendiami pulau tersebut kemudian menetap dan menciptakan budaya mereka sendiri. Seperti budaya betawi dengan logat yang khas, telah mewariskan Ondel-ondel sebagai budaya yang harus dilestarikan, kemudian kebudayaan di Lombok seperti Gendang Beleq dan lain sebagainya. Budaya adalah sebuah adat istiadat, kata budaya berasal dari kata jamak “budi” dan “daya” uang berarti cinta, karsa, dan rasa. Sedangkan pengertian budaya menurut Koentjaningrat merupakan keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar. [1] Budaya adalah jati diri bangsa, dan merupakan modal untuk memperkuat identitas bangsa. Disamping itu, budaya juga termasuk kesenian dimungkinkan dapat dijadikan komoditas nasional yang dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Budaya tidak serta merta hanya berupa bentuk fisik yang dike...

Review Film “SOE HOK GIE”

  “SOE HOK GIE” by: Ika Sunistia Film ini bercerita tentang Soe Hok Gie yang merupakan seorang aktivis kampus yang memegang teguh prinsipnya dan memiliki cita-cita yang besar. Mimpinya bukan hanya tentang dirinya sendiri, melainkan   juga tentang kepentingan orang banyak dan kaum yang termarjinalkan. Sosok Gie gemar membuat catatan-catatan tentang segala hal yang dipikiran kritisnya, sebagai representasi dari pengalamannya menjadi seorang mahasiswa, pendaki, dan tentang dirinya yang merdeka. Soe Hok Gie merupakan seorang aktivis mahasiswa yang lahir di keluarga keturunan Tionghoa dan menjalani kehidupan sederhana di Jakarta. Gie merupakan sosok yang jujur dan tidak kenal kompromi. Sejak usia remaja, Gie memiliki ketertarikan dengan konsep-konsep idealis yang dipaparkan oleh intelek-intelek kelas dunia. Ia memiliki semangat perjuangan dan rasa cinta kepada Indonesia, telah membentuk dirinya sebagai pribadi yang tidak toleran terhadap ketidakadilan. Hal ini membuat dirinya ber...

“FEMINISME DAN SEJARAHNYA”

  By : Ika Sunistia Feminisme secara etimologi berasal dari Bahasa latin ‘ Femia ’ yang artinya sifat keperempuanan. Lebih luas feminisme dikenal sebagai sebuah pergerakan yang memperjuangkan hak-hak perempuan, lebih tepatnya berfokus kepada penghapusan seksisme, eksploitas seksual, serta penindasan yang diterima oleh kaum perempuan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diterangkan bahwa feminisme diartikan sebagai Gerakan wanita yang menuntut persa,aan hak sepenuhnya antara laki-laki dan perempuan. Lantas, apa sebenarnya feminisme itu? Feminisme sebetulnya adalah Gerakan sosial, politik dan ideologi yang berbasis perempuan, dimana feminis memperjuangkan hak yang seharusnya perempuan miliki. Aturan tradisional yang mengikat para perempuan, membentuk stigma bahwa perempuan tidak memiliki nilai lebih selain dari pandangan tersebut. Berangkat dari sana, maka feminis menginginkan adanya kesetaraan hak yang harus diberikan kepada laki-laki dan perempuan, diantaranya u...

Baju Adat Sasak 'Lambung dan Songket'

 Kostum lambung merupakan pakaian tradisional khas suku Sasak, suku yang tinggal di Pulau Lombok, Indonesia. Baju ini mempunyai sejarah yang panjang dan mempunyai arti yang dalam bagi masyarakat Sasak. Secara historis, baju lambunh sudah ada sejak abad ke-18 dan digunakan oleh bangsawan atau keturunan kerajaan saat upacara adat dan acara-acara khusus. Baju ini terbuat dari kain ikat yang ditenun secara tradisional dengan menggunakan teknik tenun pakan khas suku Sasak.   Makna dari baju ini sendiri erat kaitannya dengan identitas budaya suku Sasak. Baju ini melambangkan kehormatan, kemewahan dan status sosial. Dekorasi elegan nan indah mencerminkan keindahan alam dan kekayaan budaya suku Sasak. Selain itu, kostum Lambung juga menunjukkan kesetiaan suku Sasak terhadap tradisi dan warisan leluhurnya. Baju ini merupakan simbol penting dalam menjaga budaya dan menghormati leluhur. Oleh karena itu, Lambung tidak hanya sekedar pakaian adat tetapi juga merupakan simbol keb...